MEMBINGKAI KATA-KATA DALAM PUISI

Kali ini, Senin, 28 Oktober 2004, para siswa SMA N 1 Kramat memperingati hari Sumpah Pemuda dengan melaksanakan kegiatan “Membingkai kata-kata yang dituangkan dalam sebuah puisi dalam tajuk jemuran puisi.” Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para putra-putri SMA N 1 Kramat agar tidak melupakan sejarah, selain menebalkan rasa kebangsaan di dada mereka. Sebagai pemuda yang bercitra literasi, sudah pasti menulis merupakan ajang yang digemari para siswa. Melalui puisi juga, para siswa mampu mengolah daya pikir dengan daya imajinasi yang tepat untuk dapat dinikmati sebagai sebuah karya sastra.

Puisi-puisi bertema kebangsaan dipilih sebagai gambaran generasi muda yang bertanggung jawab pada kelangsungan sebuah bangsa. Sikap patriotik ini perlu ditumbuhkembangkan di saat mereka sedang bergelut di dunia kemodernan dengan teknologi yang makin melesat. Tak urung, lajunya teknologi harus bisa disikapi dengan bijak oleh para pemuda. Dengan demikian, tulisan-tulisan yang menggugah sanubari untuk cinta tanah air perlu dikedepankan di kalangan generasi muda.

Puisi-puisi berjudul Sumpah Pemoeda, Tanah Air, Bahasa di Sebuah Rumah, Pelangi Nusantara, Pemuda Indonesia, Pemuda, Janji Pemuda, Api Semangat, dan lain-lain masih mendominasi bentangan puisi di atas kertas warna-warni yang diikat di tiang antarkelas dengan seutas tali rami ini. Boleh jadi, momentum ini akan berulang di setiap tahunnya. Sebab bunyi dan gaung  Sumpah Pemuda akan terus membara di hati putra-putri bangsa Indonesia.

“Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncang dunia” (Soekarno)

Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *